Selasa, 26 Oktober 2010

Mengintip Aplikasi Vegas untuk Pengolahan Audio Editing

Vegas merupakan salah satu software audio&video unggulan dari produk Sony. Mengalami sevagai aplikator software ini, boleh dibilang Vegas (dalam berbagai versinya) merupakan software dengan aplikasi ringan, praktis dan mudah. Baik bagi keperluan recording Audio ataupun Video.

Lihat tampilan Layar di atas .
  1. (Kanan) Track Video dan Audio disusun terpisah.  Layer video teratas adalah layer yang paling muka.
  2. (Kiri) Susunan Track video dan audio.
  3. (Kiri Bawah) Media Pool, Explorer, Video Efx, Media Generator (text), dll.
  4. (Kanan Bawah) Monitor Audio dan Video.
  5. (Atas) Menu Bar.
Meskipun Vegas merupakan software aplikasi Video Editor, Vegas bisa juga digunakan untuk kebutuhan Recording dan Audio Mix Editor.

Persiapan.
  1. Install terlebih dahulu software ini . Anda bisa mendownload nya disini : SONY VEGAS 5 + Key.rar.
  2. Periksa terlebih dahulu Audio Card Komputer Anda (menu Tools). Audio Input-Output.
  3. Jika Anda akan merekam Audio, periksa audio input di audio tool komputer Anda. Apakah menggunakan jalur Line-In atau Microphone.

MEREKAM.
Audio Track
  1. Klik Tombol Record (merah) pada jalur track.
  2. Gunakan Space Bar untuk memulai dan menghentikan merekam.
  3. Usahakan agar input audio tidak berlebihan atau pecah (overload) agar suara terekam tetap bersih.
  4. Beri nama Audio Record pada stiap track nya.
  5. Jika Anda membutuhkan track baru, Klik Kanan di jalur track untuk Insert Audio.
EDITOR.

  1. Memotong audio, klik S dimana cursor ditempatkan.
  2. Mengatur Volume, drag garis biru di gambar audio terekam.
  3. Efek Audio tersedia di tools tracks, seperti reverb, delay, compresor, eq, dll.
  4. Mensinkronkan audio track 1 dengan yang lain, geser gambar audio.
  5. Menggabungkan audio lain, gunakan 'expolorer' untuk mencari audio yang akan digabungkan. Tempelkan ke jalur track baru dengan men-drag file audio yang akan digabungkan.
Equalizer
Tentunya tutorial ini tidak disajikan dengan lengkap. Tetapi paling tidak Anda sudah dapat memulai sesuatu yang mungkin bisa digunakan dengan praktis. Selebihnya adalah urusan kreativitas Anda untuk mempelajari lebih detail.

Sekian. Semoga bermanfaat.

Sabtu, 11 September 2010

TEKNOLOGI REKAMAN DARI MASA KE MASA

Artikel ini adalah sumbangan dari David Klein, pengajar Studio21, sekolah teknik rekaman dan tata suara pertama di Indonesia yang berlokasi di Jakarta. David Klein adalah lulusan Kingston University London UK dalam recording, music technology and music business studies. Berikut ini adalah komentarnya mengenai teknologi rekaman dari masa ke masa.

Bicara tentang recording…apa sih recording itu ? apa sih rekam-merekam itu ? Rekaman tiada lain adalah proses menyimpan sesuatu agar bisa dinikmati / didengar (dalam hal ini audio).

Merekam suara kita ke dalam bentuk kaset via tape compo adalah suatu proses rekaman. Masalahnya adalah bagaimana agar proses rekaman tersebut berhasil dengan baik? Proses rekaman disebut berhasil dengan baik apabila hasilnya minimal sesuai dengan yang aslinya.

Jaman dulu orang menggunakan piringan hitam sebagai media penyimpanan, sekarang orang menggunakan hard disk! Piringan hitam tidak mungkin dapat menghasilkan audio sesuai dengan aslinya. Piringan hitam menghasilkan noise yang sangat banyak.

Lalu orang menemukan pita sebagai media penyimpanan, mulai dari 2 track sampai 24 track, bahkan sampai 48 track. Digital recording system memungkinkan kita merekam dalam jumlah track tak hingga yang tentunya sesuai dengan budget yang kita punyai. Selain itu hasilnya sangat memuaskan. Jika ingin dibuat lebih buruk dari aslinya, so pasti ‘no problem’.

Banyak sekali anggapan bahwa digital itu tipis (kertas kali ya?) atau digital itu ringan (kapas kali ya?) dan komentar lainnya. Anggapan-anggapan seperti ini keluar dari orang yang tidak tahu atau kurang tahu masalah audio atau digital itu sendiri, so lets the world prove it !

ALESIS mengeluarkan ADAT yang membuat banyak studio rekaman di dunia bangkrut. Digital Audio Workstation atau DAW (istilah lain dari recording studio berbasis komputer) membuat ALESIS hampir bangkrut.

So…technology is not allowed to be ignored (believe it or not). Teknologi yang terbaru adalah teknologi komputer. Orang Amerika yang hidup normal pasti punya komputer pribadi di rumahnya. Hampir semua kegiatannya is depend on this device. So what can u say…audio recording is now being computerized whether you like it or not !

by David Klein

Profesional Studio

Mini Studo
Audio Art
Counterpoint
Dark House
Signet
Studi Main
Hinge

Kamis, 26 November 2009

Tips Sampling without Recording Studio Drums

Untuk rekaman drum, tentu saja sangat sulit untuk merekam drums secara live dengan peralatan terbatas (misal, hanya memiliki 2 chanel, L/R pada souncard) . Recording (tracking) drum di studio profesional, perlu sedikitnya delapan input/chanel (Kick, Snare, HH, tom1, tom2, Floor Tom, Overhead1, dan overhead2). Sementara umumnya untuk home recording hanya memiliki dua mic input (stereo).

Ada trik yang dapat Anda lakukan.

Pertama dengan cara MIDI
Menggunakan aplikasi perangkat lunak drum. Untuk semua perangkat lunak perekaman MIDI umum menyediakan fasilitas ini. Input data dilakukan dengan menghubungkan kabel MIDI ke keyboard (General MIDI) sebagai controler, atau menulis notasi secara manual.

Kedua. Membuat sampel sound drum yang digunakan, melalui Soundforge, atau yg lainnya.

Oke ..., berikut ini akan menjelaskan bagaimana membuat drum pengambilan sampel menggunakan fasilitas FruityLoops perangkat lunak. (Lihat tutorial FruityLoops deskripsi singkat).

1. Buatlah pola sesuai dengan drum beat pada musik FruityLoops yang Anda rencanakan. Pertimbangkan pengaturan tempo dan metrum yang digunakan. Lakukan hal yang sama untuk pola drum yang lain, drums2, drum Fill-in, dll).


2. Satu per satu pola telah diserahkan atau diekspor ke dalam format wav. Penyimpanan file dalam "Audio" folder yang Anda mempersiapkan depan untuk rekaman menggunakan Cubase SX.

3. Buka Cubase SX dengan mematikan frutyloops pertama (jika keduanya terbuka, soundcard crash). Buka file rekaman yang akan diselesaikan.

4. Membuat trek baru di Cubase SX untuk melacak drum (stereo).

5. Impor file ke trek FruityLoops drum adalah hasil.

6. Gunakan copy-paste untuk mereproduksi drum track.

7. Jika pada bagian tertentu, memukul drum berubah, menggunakan cara yang sama (data impor wav).

Hasilnya tidak terlalu jauh di studio. Lumayan untuk menghemat biaya produksi.