Tampilkan postingan dengan label recording. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label recording. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Juli 2011

PLUG INSERT Virtual

Dalam system tata suara (sound system), outpur audio yang diperdengarkan dari loud speakers atau headphone begitu terasa lunak, ringan, renyah, tidak membuat telinga kita sakit. Karena apa? Karena source audio seperti drums, bass, vocal, dll diolah dalam mixer. Tetapi hanya menggunakan mixer dirasa tidak cukup. Mixer hanya sebatas memberi tambahan gain, equalisi, dan panel volume. (nb. mixer kini sudah banyak diproduk dengan melengkapi sound efx, meskipun hanya sebatas sederhana). Semua itu tidak memberi kepuasan bagi penataan audio yang baik. Oleh sebab itu, Mixer memerluka piranti tambahan yang disebut PLUG-INS. Kebutuhan ini umumnya adalah Compressor, Mic PreAmp, Equalizer, Noisegate, Sound Efex (delay, reverb, dll).
Mari kita simak satu persatu fungsi masing-masing .

COMPRESSOR
Compressor berfungsi untuk menahan sinyal source audio berlebihan, dan seringkali terjadi clips (overload). Ini paling sering terjadi untuk instrumen Drums, Percussions, Vocal (berteriak), Bass. Untuk menahan laju suara berlebihan, compressor lah yang menangani. Besaran input dapat kita set sesuai keinginan. Banyak pula terjadinya kerusakan Speaker (jebol) karena tidak digunakannya compressor.

MIC PRE AMP.
Microphone, khususnya pada vocal seringkali tak mampu menjangkau semua detail vocal penyanyi. Apalagi bila kemampuan suara penyanyi tergolong pas-pasan, kurang power. Ini mengakibatkan lemahnya penerimaan sinyal di Mixer. Apalagi jika yang dihadapi adalah Band, Vocal penyanyi tenggelam oleh deru instrumen musik. Mic Pre Amp adalah piranti yang mampu untuk mengangkat besaran range magnet microphone. Tetapi harus berhati-hati, terlalu besar akan mengakibatkan feedback. Dalam proses rekaman juga tidak jauh beda.

NOISE GATE
Noisegate berfungsi untuk menghilangkan suara-suara yang tidak perlu, yang disebut noise. Noise biasanya masuk akibat kebocoran suara lain di sekitar microphone. Penggunaan microphone sudah dapat dipastikan tak pernah bisa menghilangkan sama sekali noise gate. Selain itu noisegate juga berfungsi memotong suara yang panjang, asal impuls nya tidak besar. Noisegate paling seringdigunakan untuk micking drums. Sehingga detail pukulan drums tidak tumpang tindih satu dan lainnya. Penggunaan Noisegate pada vocal harus lebih berhati-hati. Bisa-bisa jika berlebihan, artikulasi vocal menjadi tidak jelas akibat terpotong-potong.

EQUALIZER.
Equalizer adalah piranti untuk memperbaiki, mewarnai suara yang masuk ke dalam mixer. Apakah suara akan dibuat terang (bright), jernih, flat, tebal, atau berat (low) itu tergantung pada kebiasaan telinga operator. Cara kerja equalizer adalah dengan memperbesar/memperkecil frekuensi tertentu. (20 Hz - 20 kHz). Sebagai catatan saja, umumnya frekuensi vocal lebih diwarnai pada besaran frekuensi medium.

SOUND EFEX.
Langkah terakhir, adalah memberi sound efex,  yang umumnya digunakan sesuai dengan kebutuhan. Dari sekian jenis sound efex, jangan terburu nafsu untuk menggunakan semuanya. Delay, Reverb secara sederhana sudah dapat memberikan warna tersendiri.

Dari semua yang ada di atas, dalam perekaman digital hampir semua software perekaman sudah dilengkapi fasilitas itu, meskipun dalam wujud virtual. Itu semua disebut Plug Insert. Sebagai contoh Anda bisa melihat Plug Ins virtual yang terdapat pada Software CUBASE SX di bawah ini.

Disamping adalah plug ins virtual VST Dynamics yang sekaligus menyajikan fungsi Compressi, Noisegate, dan Soft Clips. Anda tinggal mengatur Threshold dan Ratio untuk memberi batasan compressi. Dan seterusnya... Cubase SX banyak menyediakan plugins lainnya yang jika Anda explore, pasti akan memperoleh kualitas suara yang hebat. Makin banyak Anda menggunakan Plug Ins, pastinya kerja komputer juga semakin berat.
Jika Anda masih belum puas dengan PlugIns yang tersedia, Anda masih bisa menginstall software Plug Ins lainnya yang compatible dengan VST. Misalnya : T-Racks (Analog Mastering Plug-In), Guitar Combo (amplication virtual), Sonic Finalizer, dll yang sudah banyak dipasaran.


Amplitube Cabinet - Guitar Combo

Jika Anda pengguna aplikasi MIDI, Anda akan dimudahkan dengan berbagai Plug Ins Virtual, seolah-olah Anda memiliki Sound Banks. Keyboards MIDI Anda diperkaya dengan bermacam produk suara, dari piano real, hingga suara shythesizers. Produk yang mungkin banyak diproduksi di pasaran seperti Sample Tank (piano, D Drums, Strings), ABShynt, Guitar Rig, Drums&Bass Rig, Virsyn Cube, Sax Lab, Native Instruments, Moog Modular, Piano Teq, Martin Acoustic Guitar, Reason, dll. Termasuk jika Anda ingin memiliki sebuah Orchestra yang lengkap, Anda bisa menemukan Software Personal Orchestra atau yang lainnya. MIDI Anda mampu memberikan explorasi suara yang maha dahsyat.

Akhirnya di tangan kreatif Anda ini semua bisa menjadi manfaat. Selamat mencoba...

Kamis, 30 Juni 2011

AUTOTUNE , Membuat KeajaibanTuning Nada dalam Rekaman

Ketika Anda mendengarkan music, khusunya Vocal dari hasil proses rekaman, pasti hampir bisa dipastikan tidak mendengar suara Fals dari seorang penyanyi. Bandingkan ketika penyanyi yang sama berada di panggung live perform. Kadang kita bisa dibuat geli seorang penyanyi rekaman berada di atas panggung seolah tidak bisa menyanyi seperti yang terdengar di rekaman audionya.
Teknologi berbicara. Antares Audio dengan produk AUTOTUNE membuat seluruh dunia musik tercengang. Autotune yang berfungsi sebagai Plugins (software pelengkap) dari software perekam (Cubase, Nuendo, Sonar, Protool, dll) menciptakan keajaiban yang luar biasa. Kita bisa menentukan besaran frekuensi untuk suara rekaman analog, seperti suara manusia. Suara yang sudah terekam, disesuaikan secara otomatis oleh Autotune, sehingga tepat menyentuh frekuensi yang diinginkan. Itu bisa dilakukan satu persatu , nada per nada, atau lagu secara keseluruhan. Tentukan saja nada dasar dari lagu yang terekam. Sudah bisa dipastikan, Autotune akan bekerja sesuai perintah kita. Selesai sudah. Pekerjaan merekam Vocal menjadi lebih ringan, tidak berulang-ulang. 
Tetapi untuk memberi perintah langsung sangat tidak disarankan. Sudah selayaknya penyanyi harus memiliki suara vocal yang baik. Tuning nya harus tepat. Gunakan Autotune jika memang sudah benar-benar dalam keadaan terjepit, misalnya dikejar waktu. Atotune bisa diandalkan.
Selamat mencoba....

Minggu, 26 Juni 2011

CUBASE SX , Aplikasi Perekaman Multitrack

Perkembangan teknologi terus menerus mengalami kemajuan, memberikan layanan aplikasi yang lebih mudah dan lebih realsounds. Salah satunya adalah CUBASE. (Cubase Pro, Cubase SX, Cubase LE)
Mengikuti software ini sejak muncul dari versi yang pertama, rasanya memberikan pengalaman yang mengasyikan. Salah satu produk unggulan dari Steinberg ini boleh dikata mendekati dunia perekaman profesional. Produk serupa diluncurkan Steinberg, bernama NUENDO. Keduanya memiliki kemiripan dalam pengoperasiannya.
CUBASE SX kini mengalami kemajuan yang luar biasa. Fitur-fitur aplikasinya semakin memberikan kenyamanan dalam proses recording studio.

Jika Anda ingin mencobanya, silakan download Sofware CUBASE SX 3 (part1). Jangan lupa juga CUBASE SX3 (part2). Dan tentunya install software tersebut.

Dan selanjutnya periksa instalasi komputer Anda, source input suara (mic atau line in), Audio device, dll.. Setelah itu semua siap, Anda bisa memulai merekam musik Anda, track per track, atau sekaligus multitrack jika Soundcard Anda memberikan dukungan ke arah sana. Umumnya menggunakan komputer biasa hanya memiliki 2 track (L - R) melalui jalur Line In.. Atinya L input 1, R input 2. Jika Anda menggunakan jalur microphone, hanya 1 jalur sebagai jalur masuk suara.


DEVICE SETUP.
  • Periksa Audio Driver.
  • Periksa Control Panel
  • Periksa Buffering
  • Click Expert, pilih Low Latency.






MENJALANKAN RECORDING.

  1. Pilih track input.
  2. Tentukan jalur input (L/R)
  3. Uji source input dengan melihat indikator input (hijau)
  4. Gunakan metronome jika diperlukan untuk guide pengisian suara. Dan jangan lupa tentukan birama musik yang akan dibuat (3/4, 4/4, 6/8).
  5. Sesuaikan Tempo (Default tempo 120).
  6. Mulailah merekam bagian ke bagian musik yang lain.
  7. Gunakan tombol singkat di panel Numlock, seperti : * (record) ,Space Bar (mulai/stop),  . (titik) - ke awal, 1 - awal cursur, - mundur, + maju, dll.
  8. Usahakan input suara tidak sampai clips (overload).
  9. Pindahlah ke track lainnya untuk merekam bagian musik yg lain.
Anda bisa memonitor input dari Mixer (F3).

PROSES EDITOR.
Cubase SX menyediakan fasilitas editor, seperti equalizer, compressor, noisegate, reverb, dll per tracknya. Termasuk berbagai Plugins yang tersedia dalan default nya, atau yang diinstall secara khusus. Contoh berikut adalah VSTDynamics, meliputi Gate, Compressor, Clips.

Saya kira dalam blog ini tidak mungkin untuk menuliskan semuanya. Tulisan ini hanya sekedar memberikan stimulasi. Selanjtnya itu semua tergantung kreativitas Anda. Wujudkan mimpi Anda untuk memiliki studio recording sendiri dalam 1 PC Anda. Selamat berkarya.

VIDEO TUTORIAL CUBASE SX

Selasa, 26 Oktober 2010

Mengintip Aplikasi Vegas untuk Pengolahan Audio Editing

Vegas merupakan salah satu software audio&video unggulan dari produk Sony. Mengalami sevagai aplikator software ini, boleh dibilang Vegas (dalam berbagai versinya) merupakan software dengan aplikasi ringan, praktis dan mudah. Baik bagi keperluan recording Audio ataupun Video.

Lihat tampilan Layar di atas .
  1. (Kanan) Track Video dan Audio disusun terpisah.  Layer video teratas adalah layer yang paling muka.
  2. (Kiri) Susunan Track video dan audio.
  3. (Kiri Bawah) Media Pool, Explorer, Video Efx, Media Generator (text), dll.
  4. (Kanan Bawah) Monitor Audio dan Video.
  5. (Atas) Menu Bar.
Meskipun Vegas merupakan software aplikasi Video Editor, Vegas bisa juga digunakan untuk kebutuhan Recording dan Audio Mix Editor.

Persiapan.
  1. Install terlebih dahulu software ini . Anda bisa mendownload nya disini : SONY VEGAS 5 + Key.rar.
  2. Periksa terlebih dahulu Audio Card Komputer Anda (menu Tools). Audio Input-Output.
  3. Jika Anda akan merekam Audio, periksa audio input di audio tool komputer Anda. Apakah menggunakan jalur Line-In atau Microphone.

MEREKAM.
Audio Track
  1. Klik Tombol Record (merah) pada jalur track.
  2. Gunakan Space Bar untuk memulai dan menghentikan merekam.
  3. Usahakan agar input audio tidak berlebihan atau pecah (overload) agar suara terekam tetap bersih.
  4. Beri nama Audio Record pada stiap track nya.
  5. Jika Anda membutuhkan track baru, Klik Kanan di jalur track untuk Insert Audio.
EDITOR.

  1. Memotong audio, klik S dimana cursor ditempatkan.
  2. Mengatur Volume, drag garis biru di gambar audio terekam.
  3. Efek Audio tersedia di tools tracks, seperti reverb, delay, compresor, eq, dll.
  4. Mensinkronkan audio track 1 dengan yang lain, geser gambar audio.
  5. Menggabungkan audio lain, gunakan 'expolorer' untuk mencari audio yang akan digabungkan. Tempelkan ke jalur track baru dengan men-drag file audio yang akan digabungkan.
Equalizer
Tentunya tutorial ini tidak disajikan dengan lengkap. Tetapi paling tidak Anda sudah dapat memulai sesuatu yang mungkin bisa digunakan dengan praktis. Selebihnya adalah urusan kreativitas Anda untuk mempelajari lebih detail.

Sekian. Semoga bermanfaat.

Sabtu, 11 September 2010

TEKNOLOGI REKAMAN DARI MASA KE MASA

Artikel ini adalah sumbangan dari David Klein, pengajar Studio21, sekolah teknik rekaman dan tata suara pertama di Indonesia yang berlokasi di Jakarta. David Klein adalah lulusan Kingston University London UK dalam recording, music technology and music business studies. Berikut ini adalah komentarnya mengenai teknologi rekaman dari masa ke masa.

Bicara tentang recording…apa sih recording itu ? apa sih rekam-merekam itu ? Rekaman tiada lain adalah proses menyimpan sesuatu agar bisa dinikmati / didengar (dalam hal ini audio).

Merekam suara kita ke dalam bentuk kaset via tape compo adalah suatu proses rekaman. Masalahnya adalah bagaimana agar proses rekaman tersebut berhasil dengan baik? Proses rekaman disebut berhasil dengan baik apabila hasilnya minimal sesuai dengan yang aslinya.

Jaman dulu orang menggunakan piringan hitam sebagai media penyimpanan, sekarang orang menggunakan hard disk! Piringan hitam tidak mungkin dapat menghasilkan audio sesuai dengan aslinya. Piringan hitam menghasilkan noise yang sangat banyak.

Lalu orang menemukan pita sebagai media penyimpanan, mulai dari 2 track sampai 24 track, bahkan sampai 48 track. Digital recording system memungkinkan kita merekam dalam jumlah track tak hingga yang tentunya sesuai dengan budget yang kita punyai. Selain itu hasilnya sangat memuaskan. Jika ingin dibuat lebih buruk dari aslinya, so pasti ‘no problem’.

Banyak sekali anggapan bahwa digital itu tipis (kertas kali ya?) atau digital itu ringan (kapas kali ya?) dan komentar lainnya. Anggapan-anggapan seperti ini keluar dari orang yang tidak tahu atau kurang tahu masalah audio atau digital itu sendiri, so lets the world prove it !

ALESIS mengeluarkan ADAT yang membuat banyak studio rekaman di dunia bangkrut. Digital Audio Workstation atau DAW (istilah lain dari recording studio berbasis komputer) membuat ALESIS hampir bangkrut.

So…technology is not allowed to be ignored (believe it or not). Teknologi yang terbaru adalah teknologi komputer. Orang Amerika yang hidup normal pasti punya komputer pribadi di rumahnya. Hampir semua kegiatannya is depend on this device. So what can u say…audio recording is now being computerized whether you like it or not !

by David Klein

Kamis, 26 November 2009

Tips Sampling without Recording Studio Drums

Untuk rekaman drum, tentu saja sangat sulit untuk merekam drums secara live dengan peralatan terbatas (misal, hanya memiliki 2 chanel, L/R pada souncard) . Recording (tracking) drum di studio profesional, perlu sedikitnya delapan input/chanel (Kick, Snare, HH, tom1, tom2, Floor Tom, Overhead1, dan overhead2). Sementara umumnya untuk home recording hanya memiliki dua mic input (stereo).

Ada trik yang dapat Anda lakukan.

Pertama dengan cara MIDI
Menggunakan aplikasi perangkat lunak drum. Untuk semua perangkat lunak perekaman MIDI umum menyediakan fasilitas ini. Input data dilakukan dengan menghubungkan kabel MIDI ke keyboard (General MIDI) sebagai controler, atau menulis notasi secara manual.

Kedua. Membuat sampel sound drum yang digunakan, melalui Soundforge, atau yg lainnya.

Oke ..., berikut ini akan menjelaskan bagaimana membuat drum pengambilan sampel menggunakan fasilitas FruityLoops perangkat lunak. (Lihat tutorial FruityLoops deskripsi singkat).

1. Buatlah pola sesuai dengan drum beat pada musik FruityLoops yang Anda rencanakan. Pertimbangkan pengaturan tempo dan metrum yang digunakan. Lakukan hal yang sama untuk pola drum yang lain, drums2, drum Fill-in, dll).


2. Satu per satu pola telah diserahkan atau diekspor ke dalam format wav. Penyimpanan file dalam "Audio" folder yang Anda mempersiapkan depan untuk rekaman menggunakan Cubase SX.

3. Buka Cubase SX dengan mematikan frutyloops pertama (jika keduanya terbuka, soundcard crash). Buka file rekaman yang akan diselesaikan.

4. Membuat trek baru di Cubase SX untuk melacak drum (stereo).

5. Impor file ke trek FruityLoops drum adalah hasil.

6. Gunakan copy-paste untuk mereproduksi drum track.

7. Jika pada bagian tertentu, memukul drum berubah, menggunakan cara yang sama (data impor wav).

Hasilnya tidak terlalu jauh di studio. Lumayan untuk menghemat biaya produksi.

 

Senin, 06 April 2009

Tips Setting Audio Recording


Untuk mengawali proses perekaman menggunakan perangkat PC ataupun labtop, ada beberapa langkah yang harus disiapkan.

1. Setting Audio. (tampilan labtop)
Sound playback adalah menunjukkan soundcard Anda. Bila Anda memiliki soundcard lain, silakan pilih yang paling sesuai dengan driver yang paling tepat.

2. Begitu pula untuk Sound Recording Input. Pilih driver yang diaktifkan.

3. MIDI Device ada beberapa pilihan. Jika Anda memiliki
soundcard lain, pilihlah default driver yang paling
sesuai.



4. Untuk mensetting audio recording, klik 'Option' - Properti - Recording.

5. Jika Anda menggunakan PC atau perangkat soundcard external (labtop),
pilih input audio (source), yakni Microphone atau Line In. Ubah level vol yang sesuai. Usahakan input tidak sampai clip[ (warna merah indikator input audio pada sofware perekaman).


Catatan :
Jika Anda menggunakan Microphone untuk input audio, Anda bisa langsung menggunakannya dengan memanfaatkan jalur microphone. Tetapi untuk instrumen lain (seperti ; gitar, bass electric) , Anda harus menggunakan jalur Line In (stereo). Tetapi jalur ini tidak memiliki pre amp. Jadi dengan demikian harus dibantu dengan menggunakan mixer atau pre amp lain. Jalur Line In tidak memiliki pre amp.

Selasa, 17 Februari 2009

HOME RECORDING


Seseorang musisi kini tak perlu terlalu direpotkan dengan recording. Juga tak perlulah harus jauh-jauh ke kota untuk merekam karyanya. Mengapa ? Dunia digital kini merambah ke semua lini kehidupan manusia. Kemajuannya teramat pesat. Tak ketinggalan musik pun ramai dengan produksinya semakin lebat.

Siapa yang nggak tau komputer. Mesin pintar ini dengan piranti multimedianya mampu menciptakan dunia berubah. Tapi dia tak pintar sendiri. Manusialah membuatnya pintar. Mau merekam musik karya sendiri dengan perangkat komputer, nggak ada masalah. Bertaburan software yang membawa keunggulan masing-masing. Seperti CAKEWALK yang sangat populer dengan piranti MIDI (Music Instrument Digital Interface), CUBASE SX dengan piranti recordingny
a, NUENDO, serta beberapa software virtual yang sangat banyak jumlahnya. Penulis pastikan bahwa jika Anda mengunjungi tempat penjualan software komputer, dibuat bingung oleh begitu banyaknya. Mau coba semua... ya silakan! Siapkan komputer Anda, Install program, mencobanya satu dua kali, bermanfaat atau tidak, dan meng-Uninstall jika tidak diperlukan. Komputer Anda pasti akan semakin linglung dan bego.

Pembaca yang budiman....dalam obrol-obrol ini, penulis ingin membagi sedikit pengetahuan tentang hal-hal apa saja yang bisa kita lakukan. Oke... sebenarnya apa sich yang harus dimulai ketika Anda punya keinginan merekam karya-karya Anda.


Prinsip RECORDING.
Pertama kalinya recording ditemukan satu abad yang lampau. Tepatnya pada tahun 1887, ketika
Thomas Alfa Edison menemukan alat perekam, y
aitu cylinder phonograph. Dan sejak itu pula bermunculanlah kemajuan yang dicapai hingga kini.
Tujuan utama recording adalah merekam seluruh karya kita berikut arransemennya. Dan hasilnya dapat kita dengar ulang. Tentunya diharapkan kualitas musik tetap terjaga, tidak merusak telinga yang mendengar. Sebagai catatan kemampuan telinga kita sanggup menerima intensitas bunyi di kisaran 10 dB – 120 dB. Itupun kalau suara yang dihasilkan tidak rebek dan pecah.. Kualitas record yang rusak juga akan menghancurkan perangkat audio system di rumah.


Prosedur TEKNIS Recording.
Penulis mencoba merangkum beberapa standar yang dilakukan dalam recording profesional.
1.Merekam suara yang disebut Tracking atau ‘Take’. Dari sebuah arransemen musik, tentunya sekian banyak instrumen yang akan mengiringi lagu utama. Satu per satu setiap instrumen direkam dalam track record. Secara teknis adalah dari sumber suara akustik yang diubah menjadi gelombang electric. Sinyalnya diterima oleh recorder. Idealnya sumber suara (source) yang terekam semirip mungkin dengan aslinya. Jika menggunakan komputer, jadilah sinyal tersebut sebagai digital. Tetapi oleh recorder Analog (seperti DAT, realtape) sinyalnya tetap menjadi analog.
2.Hasil tracking yang telah terekam, dilakukan proses
Mixing yang meliputi pengaturan volume, gain, balancing. Dalam teknologi rekam digital, Anda akan dimudahkan untuk melakukan editing. Pada bagian-bagian tertentu dapat kita copy, delete, mixed, dll.
3.Selanjutnya adalah pro
ses Equalisasi, yakni proses menciptakan karakter sound dengan penguatan pada Low,Low-Mid,High-Mid-dan High frekuensi. Proses ini menuntut ketajaman telinga Anda hingga antar frekuensi tidak saling bertabrakan. Seberapa besarkah kemampuan Anda dalam membedakan frekuensi. Sound terekam harus memiliki kejernihan, terang, berkarakter dan tidak pecah. Pastikan bahwa input yang suara terekam memiliki ketebalan (pada step 1), sehingga memudahkan kita untuk melakukan equalisi. Contohnya sound cymbals adalah tipis, tetapi terang dan bening. Inilah seorang sound engineer diuji.


Teknik berikutnya adalah pe
mberian Sound Effect, seperti reverb (efek ruang), delay, Chorus, Compresi, Noise Gate, Limiter, dll. Effect memberikan karakter yang lebih kuat. Sentuhan terakhir ini akan menjadikan music Anda siap untuk didengarkan, seperti layaknya kita mendengar Compact Disc, Cassette, dll, atau bahkan lebih dramatis.
4.
Mastering adalah proses terakhir
. Di studio mastering profesional ditangani si ‘dokter audio’. Tugasnya menghilangkan hiss dan hum, menurunkan simbilance (ess) yang berlebihan, mengkompres frekuensi-frekuensi yang kasar, memoles dan meratakan, menetapkan standar volume. Barulah musik karya kita direkam ke dalam pita cassete atau CD melalui CD Burning.

EQUIPMENT RECORDING.
Jika disusun daftar, begitu banyak kiranya perangkat untuk menciptakan musik Anda di rumah. Berikut ini adalah daftar minimal equipment yang kita butuhkan jika kita akan merekam secara digital.

1.Personal Computer, denga
n spesifikasi minimal : Pentium II , RAM 128 MB, CD Burning (tidak harus) dan Harddisk yang cukup besar, min 10 GB. Tapi untuk software produk terkini, ada spesifikasi yang meminta RA cukup besar.
2.Sound Card (internal komputer) atau Conventer (external) untuk kelas profesional. Kualitas Sound Card diukur dalam istilah Sample Rate. Soundcard PC standar umumnya samplerate : 44.100 KHz-16 bit. Sebagai perbandingan profesional samplerate-nya 96.000 KHz-32 bit (kualitas sound DVD), dan bahkan ada yang lebih dari itu.
3.Microphone , dengan jenis dynamics, kondensor atau Cardiod. Untuk dua jenis terakhir diperlukan piranti tambahan, yaitu mic preamp yang memiliki fasilitas Phantom Power (+48 dB) yang biasanya terdapat dalam piranti tambahan yang disebut Mic Preamp.
4.Stereo Speakers Control. Usahakan jenis speaker memiliki kemampuan untuk memproduk Low/High frekuensi. Untuk profesional, biasanya menggunakan jenis real speakers monitor.
5.Headphone.
6.Kabel-kabel penghubung yang jumlahnya tidak sedikit. Kualitas kabel disarankan yang memiliki kualitas terbaik, tidak mudak putus/patah, anti noise, lentur serta pemilihan jack yang baik. Jenis jack audio yang umum digunakan diantaranya Canon, RCA, XLR.
Dengan daftar di atas Anda sudah dapat melakukan perekaman minimal 2 track. Tetapi jika ingin dikembangkan lebih jauh, berikut ini daftar kelas profesional.
7.Mixer atau Console / piranti pencampur suara sekaligus mengatur gain/volume input.
8.Compresor / penahan sinyal berlebih.
9.NoiseGate Prosesor / membuang suara tak perlu (noise)
10.Equalizer/ pembentuk timbre suara.
11.Analog/Digital Efek Prosesor/ pemberian efek ruang, dynamics, ketajaman, ambience, dll.
Tetapi tidak hanya itu. Seiring dengan kemajuan teknologi audio, sejumlah pabrikan penawarkan berbagai piranti yang semakin canggih.
Pertanyaannya..... berapa budget untuk menyiapkan semuanya. Silakan jalan-jalan ke toko music profesional dan berhitung. Setidaknya untuk mengawali kita bisa mulai dengan daftar perangkat pertama (1 - 6).

Persiapan Piranti Recording.

Lebih singkat saja, dal
am tulisan ini kita bicarakan teknik Digital. Menggunakan teknik ini, pasti berhubungan dengan komputer. Oke... kita bahas satu persatu hardware yang kita akan gunakan.

RUANG RECORDING.
Untuk kelas rumahan tak perlulah set secara khusus. Pastikan saja ruang Anda nyaman untuk bekerja dan tidak bising dengan gangguan suara disekitar ruang rekam. Tapi dalam perekaman profesional dibutuhkan ruang yang kedap suara. Perhatikan suara-suara yang berada diluar rung, seperti; anjing, ayam, mesin pompa air, dan tukang nasi goreng. Wah.. cukup berbahaya.

PERSONAL COMPUTER.
Komputer rumahan ini ternyata dengan suburnya kemajuan software dapat menciptakan recording baik taraf rumahan maupun profesional. Perik
sa spesifikasi komputer Anda, mulai dari prosesor, RAM, Soundcard (spesifikasi standar telah dibahas di atas).
Kualitas Record berarti berhubungan kualitas Sound Card yang Anda miliki. Untuk kualitas tergolong cukup bisa diandalkan seperti Sound Blaster Live 5.1 Platinum, Audigy, Vibra 128. Soundcard disebut memiliki fasilitas “What you Hear” yang mana akan mempermudah perekaman MIDI File ke Wave File. Tapi tak apalah jika dengan merek lain. Kita masih mungkin merekam sinyal-sinyal analog dalam bentuk wave file. Umumnya soundcard PC memiliki jalur input 1 (mono) mic, 1 (stereo) line In, jalur output 1 (stereo) line out, 1 (stereo) speaker. Sebagai catatan bahwa jalur stereo sebenarnya memiliki 2, yaitu L dan R. Keduanya bisa dipecah dengan membuat jalur baru. Jika dirasa 2 input belum cukup, Anda dapat menggunakan tambahan soundcard dengan merek lain. Jika 1 merek/type yang sama maka terjadilah crash dan tidak bisa dibaca komputer.
Lain lagi jika kita rekaman pro yang sedikit rewel dalam pemilihan soundcard atau disebut konventer yang lebih banyak terpasang di luar PC. Produk yang banyak dipakai diantaranya Teratex, Pro Tools, Aardvark, E-MU, DSP 2000, dll. Umumnya mereka mempunyai lebih dari 4 input dan lebih dari 2 output. Tapi jangan tanya harganya.... selangit...
Memilih soundcard/conventer dapat dlihat dari keterangan produknya dengan acuan yang disebut Sample Rate. Sample rate mengukur ketebalan dari penerimaan perekaman. Kelas PC standar umumnya adalah 44.100 KHz-16 bit. Untuk perbandingan, converter memiliki sample rate 96 KHz-32 bit. Ini sudah standar kualitas suara yang dikeluarkan DVD.

SOFTWARE.
Usaha perekaman yang paling bijak adalah memilih software yang tepat dan jitu. Apa sebab ? Recording menuntut komputer Anda bekerja ekstra keras. Jika terlalu banyak soft terinstall, beratlah beban yang harus dikerjakan komputer, dan mungkin sedikit linglung. Penulis mencoba mengamati perkembangan software audio recording yang sangat banyak di pasaran. Ada company besar yang memproduk software, seperti Digi Design dengan Pro Tool nya, EMU Logic, Steinberg, Cakewalk, dll. Untuk kelas kita ini saran yang mungkin bisa membantu Anda dalam bereksperimen diantaranya :

1.
SONAR XL , produ
ksi Cakewalk, software recording bagi perekaman pro yang memiliki kemudahan dalam operasional. Tetapi proses editing agak rumit sedikit. Sonar sangat membantu bila Anda menggunakan cara MIDI. Jika Anda menginstallnya, sekaligus terinstall beberapa plug Ins produk Time Works yang kesemuanya disajikan secara virtual. Kelebihan lain, sonar memiliki hardware virtual dari music properti, seperti amplifier guitar, amplifier bass, dll yang dapat digunakan secara real-time. Oleh sebab itu sonar cukup digemari bagi para pemula. Kekurangannya diantaranya adalah hasil suara terekam kurang tebal dan agak sulit untuk mengangkat kualitas rekaman. Perlu proses mastering yang cukup merepotkan.
2.
CUBASE VST , produksi Steinberg, software murni sepesialis prekaman Audio. Memiliki sound yang cukup tebal. Tetapi memiliki sedikit banyak masalah dalam proses editing, khususnya bagi pemula.
3.
CUBASE SX , produksi Steinberg. Software ini rupanya hasil main mata antara Steinberg dan Cakewalk. Ini terbilang baru, dan telah dicoba hasilnya cukup memuaskan. Anda akan berselancar ala Sonar dan memiliki kehebatan Cubase. Fasilitas yang tersedia dalam bentuk plug-in sangat mudah digunakan. Seperti efx gitar, begitu banyak pilihan yang dapat digunakan. Apalagi bicara tentang MIDI. Anda memilki sound Bank layaknya memiliki puluhan Keyboards
dunia dari segala merk terkenal. Selama penulis mencoba, rasanya belum terlalu banyak masalah.
4.
SOUNDFORGE , produksi Sound Foundry, adalah software pendukung bagi pengolahan wave file. Program ini tampaknya paling banyak digunakan oleh perekaman. Anda akan menggunakannya pada saat proses mastering, hingga ke burning CD.
5. WAVLAB, adalah software yang digunakan untuk menganalisa hasil sebuah rekaman.
6.PLUG – Insert. Bagi kebutuhan mastering, kita membutuhkan beberapa plug-in, seperti Reverb, Equalizer, Delay, Chorus, Gate, Compresor, Limiter,dll dalam bentuk virtual. Plug-in akan terinstall otomatis bila kita menginstall recording software di atas. Bila masih dianggap kurang sempurna, Anda dapat menginstall beberapa pug-ins tambahan. Mungkin Anda akan mendengarkan suara hasil rekaman begitu dramatis.

Sebuah software yg cukup lucu kedengarannya adalah Autotune, yakni software yang akan membantu bagi rekaman penyanyi yang kurang tuning, alias fals. Autotune dapat memperbaiki atau mentuning suara penyanyi.
7.
Win Amp atau Media Player . Fungsinya untuk mengontrol music yang telah tercipta dalam format wav, midi, aif, mpeg, dll.
Sebagai catatan, secanggih-canggihnya software bagaimanapun hasil sebuah rekaman tergantung pada telinga dari soundengineer ketika mendengarkan lewat monitor speaker..

MICROPHONE.
Microphone adalah alat penerima sumber suara (source) akustik yang diubah menjadi sinyal analog, dialirkan melalui kabel/nirkabel ke PC. Microph
one ada beberapa type, yaitu Dynamic, Condensor dan Cardiod. Ukuran untuk memilih mic yang baik adalah Impendance (), Sensitivity (dB), dan Freq. Response (Hz).
1.
Mic type Dynamic atau disebut mic biasa termasuk mic yang memiliki sensitivitas rendah.. Seperti kebanyakan mic yang digunakan untuk keperluan mimbar, karaoke, dll. Anda mesti akal-akalan mensiati penggunaan mic ini bagi perekaman.
2.
Mic type Condensor merupakan mic yang sangat sensitive. Jangkauannya sangat kuat, sehingga sering menimbulkan feedback (gaung) dan kemungkinan noise yang timbul cukup besar Jenis ini tidak mampu mengalirkan sinyal bila tidak dibantu oleh Phantom Power yang terdapat pada mic pre –amp, karena sifatnya pasif.
3.
Mic Cardiod adalah type yang terbaik untuk kelas rekaman profesional. Type ini sebenarnya sejenis mic dynamic dengan jangkauan terbatas, sensivitas tinggi. Harganya juga...? yaah.. paling berkisar 1 s.d 7 jt. Seperti merk terkenal BEHRINGER B-2, SHURE KSM 44, RODE NT-1. Umumnya type ini digunakan untuk take vocal. Suara diterima dengan lunak dan bening.
Sedangkan yang biasa pada perekaman profesional, mic adalah piranti utama untuk menjamin kualitas source. Misal saja, mic untuk tracking electric guitar biasanya menggunakan mic Shure SM 81.

Teknik penggunaan mic disebut micking. Piranti tambahan mic biasanya adalah standar mic dan w
ind-screen atau pop-filter, untuk menaha
n laju udara yang keluar dari mulut penyanyi.

KABEL PENGHUBUNG.
Pekerjaan recording tak ada habisnya dengan urusan kabel. Pemilihan kabel merupakan langkah pertama. Gunakan kabel yang paling tidak dapat mengalirkan sinyal dengan cepat, bebas hambatan dan bersih. Saran yang
cukup bagi penggunaan rekaman adalah merk CANAREE made Japan. Hati-hati barang tiruan ! Kedua ujung kabel pasti ada konektor atau yang disebut jack. Sesuaikan penggunaannya dengan jack in yang terdapat pada sound card, microphone atau instrumen musik. Saran adalah merkNeutrik atau Nakamichi. Ini juga sama banyak tiruannya, produk Japan, Taiwan atau Cina.

Untuk teknologi terakhir dalam profesional, sudah digunakan kabel serat optik. Sudah dapat dipastikan sempurnamya sinyal diterima soundcard. Mencari barang seperti ini di Bandung tidaklah sulit. Sesuaikan kocek Anda.....!

Rasanya cukup lengkaplah Introduction ini bagi persiapan Anda menuju dunia baru ini. Meski disajikan secara ringkas, dengan terus berlatih, Anda bisa menjadi seorang sound engineer yang handal.