Tampilkan postingan dengan label music digital. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label music digital. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juni 2012

Encore mempermudah pekerjaan Menulis Musik

Di tengah kemajuan di bidang digital memberikan sumbangsih bagi para musisi untuk mendokumentasikan karya-karya musiknya. Bermunculanlah berbagai produk software yang memungkinkan orang makin dekat dengan musik yang lebih serius, atau software penulisan notasi musik. Produknya seperti notasi Lagu, notasi piani, notasi band, orkestra, dll. Salah satu yang akrab dengan saya dalam penulisan musik adalah Encore 32 ver 4.5. Pemilihan software ini didasarkan Encore dioperasikan mudah (berbasis MIDI), memory hardisc tidak besar, hanya 3.4 MB, dapat menconvert file MIDI, dll. Tapi sayang hasil print encore tidak sebagus seperti produk Sybelius. (DOWNLOAD ENCORE, free). Install terlebih dahulu.

Contoh produk Encore
Sedikit saya coba untuk membantu untuk mengenal operasi software.

MEMBUKA LEMBAR KERJA BARU.


Pilih File - New. Anda akan ditawarkan bentuk Page Layout  yang akan digunakan.
Staves Format pilihan : Piano / Single Staves / Piano Vocal.
Untuk staves Piano (default) : 2 staves untuk treble dan bass staves.
Untuk Single Staves, Anda bebas memilih. : staves per system (berapa jumlah instrumen yang akan ditulis), Misal : untuk arransemen Paduan Suara terdiri dari 4 staves (sopran, alto, tenor, bass). System per page (berapa baris dalam 1 halaman). Measure per system (berapa jumlah bar dalam satu baris).
Untuk Piano-Vocal (default) : 3 staves untuk notasi lagu dan piano (treble-bass).

MENULIS NOTASI.

 

1. Not.

Gunakan Floating Notes dengan cara memilih salah satu nilai not.
Disini sedikit diperlukan pengetahuan Anda tentang Nilai not dan Durasi not. Klik bentuk not terpilih di staves, satu per satu. Perhatikan nilai Birama (time signature) notasi , seperti 4/4 (default) artinya dalam 1 bar (measure) bisa diisi not bernilai 1/4 sebanyak 4 not.
Untuk mempermudah pekerjaan dalam notasi yang sama, Anda dapat menggunakan Copy - Paste (Ctr-C, Ctr-V) not yang di blog. Jika ada satu atau dua not yang berbeda, geser saja not dgn men-drag nya ke posisi nada yang tepat.

2. Setting Birama / Measure.

Jika Anda ingin mengubah tanda birama (time signature), pilih menu Measure - time signature. Disitu Anda bisa memilih tanda birama yang akan digunakan. Juga Anda dapat mengubah tanda Kunci (Key Signature). Atau juga Anda ingin mengubah tempo musik. Measure - Tempo..
Jika memang dibutuhkan baris musik yang panjang, Anda dapat meng-insert birama (measure), Add Measure.

3. Clefs / Tanda Kunci. 

Anda dapat mengganti tanda Kunci yang defaultnya adalah tanda kunci G (treble) dengan cara klik Floating - Clefs. Klik tanda kunci dan klik di tempat yang akan digantikan.

4.  Menulis Lirik Lagu.

Klik Floating - Graphic
L = Lyric
T = Text
C = Chord
G = Guitar Position Chord
Menulis lirik, klik L , dan mulailah dengan klik terlebih dahulu not yang akan dituliskan liriknya. Pada lagu biasanya ada bait melodi yang berupa pengulangan , tetapi dengan lirik berbeda. Lihat menu bar, klik Voice- untuk menulis lirik bait ke dua pada notasi yang sama.
T digunakan untuk menuliskan text sembarang. Misalnya memberi tanda pada bagian-bagian tertentu.
Untuk pembaca notasi Anda dapat dimudahkan dengan menuliskan Chord pada komposisi itu.

5. Melengkapi Layout Measure.

Measure - Barline Type digunakan untuk memberi bentuk pada garis birama (barline), seperti birama pengulangan, garis rangkap untuk penutup bagian lagu, dll.
Jika Anda kenal istilah Tanda-tanda pengulangan dalam musik, seperti : Da Capo (DC), Dal Segno (DS al Coda), Coda, dll, Anda bisa gunakan Measure - Coda Phrases.

6. Melengkapi Tanda ekspresi Musik.

Gunakan Floating - Express seperti crescendo, a tempo, staccato, dll.
Memang sedikitnya sebagai musisi, composser, arranger sudah seharusnya mengenal beberapa istilah musik. Paling tidak yang umum digunakan dalam teori musik.

Sekedar membantu, klik Istilah Musik ini.

CONTROL HASIL.

 

1. Pemberian nama baris (staves)

Menu bar - Windows - Staff Sheets.
Name = pemberian nama
Chnl = track chanel. Catatan : Chanell 10 (default) = percussion/drums.
Prog = Sound General MIDI code, seperti piano (1), strings (52). Standar Sound MIDI (1 - 128).
Anda bisa lihat di links GM1 Sound Set.

2. Memainkan Karya Anda.

Play / Stop = Space Bar.
Home = Awal
End = Akhir.

3. Print Out Hasil.

Mulailah dengan page setup (beberapa pilihan). Sebelumnya, agar periksa terlebih dahulu tentang kelengkapan informasi lembar musik itu (Score - Text Elements), seperti judul, sub judul, nama pembuat, Copyright, penomoran halaman, dll.

Kreasikan Musik Anda agar Orang Lainpun mampu memainkannya. Selamat berkarya.

Minggu, 24 Juli 2011

PLUG INSERT Virtual

Dalam system tata suara (sound system), outpur audio yang diperdengarkan dari loud speakers atau headphone begitu terasa lunak, ringan, renyah, tidak membuat telinga kita sakit. Karena apa? Karena source audio seperti drums, bass, vocal, dll diolah dalam mixer. Tetapi hanya menggunakan mixer dirasa tidak cukup. Mixer hanya sebatas memberi tambahan gain, equalisi, dan panel volume. (nb. mixer kini sudah banyak diproduk dengan melengkapi sound efx, meskipun hanya sebatas sederhana). Semua itu tidak memberi kepuasan bagi penataan audio yang baik. Oleh sebab itu, Mixer memerluka piranti tambahan yang disebut PLUG-INS. Kebutuhan ini umumnya adalah Compressor, Mic PreAmp, Equalizer, Noisegate, Sound Efex (delay, reverb, dll).
Mari kita simak satu persatu fungsi masing-masing .

COMPRESSOR
Compressor berfungsi untuk menahan sinyal source audio berlebihan, dan seringkali terjadi clips (overload). Ini paling sering terjadi untuk instrumen Drums, Percussions, Vocal (berteriak), Bass. Untuk menahan laju suara berlebihan, compressor lah yang menangani. Besaran input dapat kita set sesuai keinginan. Banyak pula terjadinya kerusakan Speaker (jebol) karena tidak digunakannya compressor.

MIC PRE AMP.
Microphone, khususnya pada vocal seringkali tak mampu menjangkau semua detail vocal penyanyi. Apalagi bila kemampuan suara penyanyi tergolong pas-pasan, kurang power. Ini mengakibatkan lemahnya penerimaan sinyal di Mixer. Apalagi jika yang dihadapi adalah Band, Vocal penyanyi tenggelam oleh deru instrumen musik. Mic Pre Amp adalah piranti yang mampu untuk mengangkat besaran range magnet microphone. Tetapi harus berhati-hati, terlalu besar akan mengakibatkan feedback. Dalam proses rekaman juga tidak jauh beda.

NOISE GATE
Noisegate berfungsi untuk menghilangkan suara-suara yang tidak perlu, yang disebut noise. Noise biasanya masuk akibat kebocoran suara lain di sekitar microphone. Penggunaan microphone sudah dapat dipastikan tak pernah bisa menghilangkan sama sekali noise gate. Selain itu noisegate juga berfungsi memotong suara yang panjang, asal impuls nya tidak besar. Noisegate paling seringdigunakan untuk micking drums. Sehingga detail pukulan drums tidak tumpang tindih satu dan lainnya. Penggunaan Noisegate pada vocal harus lebih berhati-hati. Bisa-bisa jika berlebihan, artikulasi vocal menjadi tidak jelas akibat terpotong-potong.

EQUALIZER.
Equalizer adalah piranti untuk memperbaiki, mewarnai suara yang masuk ke dalam mixer. Apakah suara akan dibuat terang (bright), jernih, flat, tebal, atau berat (low) itu tergantung pada kebiasaan telinga operator. Cara kerja equalizer adalah dengan memperbesar/memperkecil frekuensi tertentu. (20 Hz - 20 kHz). Sebagai catatan saja, umumnya frekuensi vocal lebih diwarnai pada besaran frekuensi medium.

SOUND EFEX.
Langkah terakhir, adalah memberi sound efex,  yang umumnya digunakan sesuai dengan kebutuhan. Dari sekian jenis sound efex, jangan terburu nafsu untuk menggunakan semuanya. Delay, Reverb secara sederhana sudah dapat memberikan warna tersendiri.

Dari semua yang ada di atas, dalam perekaman digital hampir semua software perekaman sudah dilengkapi fasilitas itu, meskipun dalam wujud virtual. Itu semua disebut Plug Insert. Sebagai contoh Anda bisa melihat Plug Ins virtual yang terdapat pada Software CUBASE SX di bawah ini.

Disamping adalah plug ins virtual VST Dynamics yang sekaligus menyajikan fungsi Compressi, Noisegate, dan Soft Clips. Anda tinggal mengatur Threshold dan Ratio untuk memberi batasan compressi. Dan seterusnya... Cubase SX banyak menyediakan plugins lainnya yang jika Anda explore, pasti akan memperoleh kualitas suara yang hebat. Makin banyak Anda menggunakan Plug Ins, pastinya kerja komputer juga semakin berat.
Jika Anda masih belum puas dengan PlugIns yang tersedia, Anda masih bisa menginstall software Plug Ins lainnya yang compatible dengan VST. Misalnya : T-Racks (Analog Mastering Plug-In), Guitar Combo (amplication virtual), Sonic Finalizer, dll yang sudah banyak dipasaran.


Amplitube Cabinet - Guitar Combo

Jika Anda pengguna aplikasi MIDI, Anda akan dimudahkan dengan berbagai Plug Ins Virtual, seolah-olah Anda memiliki Sound Banks. Keyboards MIDI Anda diperkaya dengan bermacam produk suara, dari piano real, hingga suara shythesizers. Produk yang mungkin banyak diproduksi di pasaran seperti Sample Tank (piano, D Drums, Strings), ABShynt, Guitar Rig, Drums&Bass Rig, Virsyn Cube, Sax Lab, Native Instruments, Moog Modular, Piano Teq, Martin Acoustic Guitar, Reason, dll. Termasuk jika Anda ingin memiliki sebuah Orchestra yang lengkap, Anda bisa menemukan Software Personal Orchestra atau yang lainnya. MIDI Anda mampu memberikan explorasi suara yang maha dahsyat.

Akhirnya di tangan kreatif Anda ini semua bisa menjadi manfaat. Selamat mencoba...

Selasa, 26 Oktober 2010

Mengintip Aplikasi Vegas untuk Pengolahan Audio Editing

Vegas merupakan salah satu software audio&video unggulan dari produk Sony. Mengalami sevagai aplikator software ini, boleh dibilang Vegas (dalam berbagai versinya) merupakan software dengan aplikasi ringan, praktis dan mudah. Baik bagi keperluan recording Audio ataupun Video.

Lihat tampilan Layar di atas .
  1. (Kanan) Track Video dan Audio disusun terpisah.  Layer video teratas adalah layer yang paling muka.
  2. (Kiri) Susunan Track video dan audio.
  3. (Kiri Bawah) Media Pool, Explorer, Video Efx, Media Generator (text), dll.
  4. (Kanan Bawah) Monitor Audio dan Video.
  5. (Atas) Menu Bar.
Meskipun Vegas merupakan software aplikasi Video Editor, Vegas bisa juga digunakan untuk kebutuhan Recording dan Audio Mix Editor.

Persiapan.
  1. Install terlebih dahulu software ini . Anda bisa mendownload nya disini : SONY VEGAS 5 + Key.rar.
  2. Periksa terlebih dahulu Audio Card Komputer Anda (menu Tools). Audio Input-Output.
  3. Jika Anda akan merekam Audio, periksa audio input di audio tool komputer Anda. Apakah menggunakan jalur Line-In atau Microphone.

MEREKAM.
Audio Track
  1. Klik Tombol Record (merah) pada jalur track.
  2. Gunakan Space Bar untuk memulai dan menghentikan merekam.
  3. Usahakan agar input audio tidak berlebihan atau pecah (overload) agar suara terekam tetap bersih.
  4. Beri nama Audio Record pada stiap track nya.
  5. Jika Anda membutuhkan track baru, Klik Kanan di jalur track untuk Insert Audio.
EDITOR.

  1. Memotong audio, klik S dimana cursor ditempatkan.
  2. Mengatur Volume, drag garis biru di gambar audio terekam.
  3. Efek Audio tersedia di tools tracks, seperti reverb, delay, compresor, eq, dll.
  4. Mensinkronkan audio track 1 dengan yang lain, geser gambar audio.
  5. Menggabungkan audio lain, gunakan 'expolorer' untuk mencari audio yang akan digabungkan. Tempelkan ke jalur track baru dengan men-drag file audio yang akan digabungkan.
Equalizer
Tentunya tutorial ini tidak disajikan dengan lengkap. Tetapi paling tidak Anda sudah dapat memulai sesuatu yang mungkin bisa digunakan dengan praktis. Selebihnya adalah urusan kreativitas Anda untuk mempelajari lebih detail.

Sekian. Semoga bermanfaat.

Senin, 25 Mei 2009

Encore 4.5, Music Writing


Many works of notation software to write our music. If called as Cubase, Sonar, Finale, Sybelius, Encore, etc.. The latter after a try, it seems the most practical. HD memory requirement is not too big.Tools that are used are also very practical. Convenience for users of early music surely will have no difficulty. Then you can control the notes that are written by the sound who is written. Your work must be perpetuated.

Several steps can be followed after the installation process is complete:1. Beginning to open, by default part is who is available for the piano part. If you want to modify it, File - New. Then select the formatting you want. What is the Measure / Bar perline, how many lines per page, Singgle staff / piano staff, or others.2. Use tools (picture beside) to write the notation. Select the appropriate notes and automatically written notes in a bar. Click on "Notes" to change the other tools. As examples of the sign change keys, for example to alert Lock M, drag the desired key signature. If you want to make parts for drums or percussion, Drum Keys drag marks, and so on ... Another example if you want to write the lyrics, click L. Write a guitar chord, click G.3. Menu bars support other needs, like changing the basic tone, change the tempo, adding a bar, etc..
4. If indeed you need that music writing, please print only.
Wrong .... Good luck.

You can
download here,

Selasa, 07 April 2009

Musik Perkusi / Drums Machine melalui Fruity Loops

START.
Periksalah hardware Anda, apakah memenuhi syarat sebagai komputer Multimedia ? Soundcard dan Speakers ? Jika semua siap, install terlebih dahulu software ‘Fruity Loops’ versi apa saja. Produk terakhir versi8.
Fruity Loops terinstall, dan langsung membuat shortcut halaman Windows.
Lihat tampilan pertama dari program ini.
Toolbars , terdiri atas : FILE – EDIT – CHANEL – VIEW – OPTIONS – TOLLS – HELP.
Setting lah audio komputer Anda.





Kenali lembar kerja .
Dibawah ini adalah nomor pattern yang dapat pilih untuk nomor pattern (PAT) Anda.
Anda dapat memilih dengan menggerakkan angka pattern atau menggunakan angka pada Numlock.
Lalu gunakan tempo default menurut tempo yang diinginkan dengan mengetik angkanya.
Membuat musik indah melalui Fruity Loops.
Lembar kerja Anda secara default adalah berbirama 4/4, artinya dalam 1 bars terbagi atas 4 hitungan yang masing-masingnya bernilai ¼. Di bawah ini adalah not seperempat yang dibagi lagi
menjadi 4 not 1/16. Tetapi Anda bisa mengubahnya dengan klik menu bar-tools-project general settings. Misalnya untuk birama 6/8.
Mulailah menyusun komposisi Anda per track/ jalur. Klik kiri untuk menulis, klik kanan untuk menghapus.
Dengarkan musiknya dengan SPACEBAR (Play/Stop).
Lanjutkan dengan komposisi jalur lainnya. Perhatikan hubungan komposisi antara jalur yang satu dengan yang lainnya.
Jika dianggap selesai, maka pindahlah ke pattern ke 2, ke 3 dst, dan lakukan langkah yang sama.
Gunakan tombol menu untuk mengatur tampilan layar Anda.


Memilih suara untuk instrument yang akan dimainkan.
Selain instrumen yang secara default telah tersedia. Anda dapat mengubah instrument-instriment itu, melalui langkah :
Lihat kolom sebelah kiri adalah sample Browse atau sampel suara yang secara default telah disediakan. Untuk percusi, Anda dapat memilih : Drumkits, Instrument, dll . Silahkan mencoba sendiri.
Klik salah satu suara, dan dengarkan karakter suare dari sample tersebut. Jika dianggap itu adalah pilihan Anda, klik kiri mouse Anda dan tahan, gerakkan ke tempat jalur suara. Lepaskan klik mouse Anda.
Bila dianggap sound yang keluar belum memuasakan, Anda dapat mengubah sampling suara tersebuit dengan double klik nama suara tersebut.
Bila Anda akan membuat patern drum, patern sudah tersedia di File - Templates.
LOOPS.
Loops akan memainkan musik Anda berulang-ulang meskipun Anda hanya membuat 1 bar saja. Dan tidak akan berhenti sebelum Anda menghentikannya. Disini tugas Anda adalah mengatur tempo musik, balance dengan mengatur volume per jalur suara.
PLAYLIST.
Membuat komposisi Anda secara utuh dengan memadukan seluruh Patern yang telah Anda buat, klik VIEW – Playlist atau Ctrl-L. Sebelah kanan tampak susunan patern yang dapat Anda beri nama sendiri.






Lalu mulailah menggambari setiap patern, lihat meter bar diatas yang menunjukan angka bar ke …
Contoh :
Dengarkan susunan patern pada komposisi Anda.
RENDERING
Anda dapat mengconvert file Anda berformat *.wav atau *.mp3 dengan mengekspor patern atau komposisi Anda dengan merendering. Misal : Patern 1 : drums 1, pattern 2 : drums fill, dst.
Perintah dengan cepat menggunakan keyboard.
L : tombol loops
SpaceBar : start/stop
V : tombol pan/vol
P : tombol pitch
G : tombol graph edit
K:: tombol piano keyboard
(+- numpad) merubah nomor pattern
1..9(numpad) : memilih nomor pattern
Up/Down arrows : memilih channel
S : tombol memindahkan main window & playlist
Enter : maximize playlist
Enter : play sample (settings window only)
Semoga tutorial singkat ini berguna bagi pengguna digital musik. Semua tergantung pada kreativitas Anda.
Tutorial Basic on Youtube

Selasa, 17 Februari 2009

HOME RECORDING


Seseorang musisi kini tak perlu terlalu direpotkan dengan recording. Juga tak perlulah harus jauh-jauh ke kota untuk merekam karyanya. Mengapa ? Dunia digital kini merambah ke semua lini kehidupan manusia. Kemajuannya teramat pesat. Tak ketinggalan musik pun ramai dengan produksinya semakin lebat.

Siapa yang nggak tau komputer. Mesin pintar ini dengan piranti multimedianya mampu menciptakan dunia berubah. Tapi dia tak pintar sendiri. Manusialah membuatnya pintar. Mau merekam musik karya sendiri dengan perangkat komputer, nggak ada masalah. Bertaburan software yang membawa keunggulan masing-masing. Seperti CAKEWALK yang sangat populer dengan piranti MIDI (Music Instrument Digital Interface), CUBASE SX dengan piranti recordingny
a, NUENDO, serta beberapa software virtual yang sangat banyak jumlahnya. Penulis pastikan bahwa jika Anda mengunjungi tempat penjualan software komputer, dibuat bingung oleh begitu banyaknya. Mau coba semua... ya silakan! Siapkan komputer Anda, Install program, mencobanya satu dua kali, bermanfaat atau tidak, dan meng-Uninstall jika tidak diperlukan. Komputer Anda pasti akan semakin linglung dan bego.

Pembaca yang budiman....dalam obrol-obrol ini, penulis ingin membagi sedikit pengetahuan tentang hal-hal apa saja yang bisa kita lakukan. Oke... sebenarnya apa sich yang harus dimulai ketika Anda punya keinginan merekam karya-karya Anda.


Prinsip RECORDING.
Pertama kalinya recording ditemukan satu abad yang lampau. Tepatnya pada tahun 1887, ketika
Thomas Alfa Edison menemukan alat perekam, y
aitu cylinder phonograph. Dan sejak itu pula bermunculanlah kemajuan yang dicapai hingga kini.
Tujuan utama recording adalah merekam seluruh karya kita berikut arransemennya. Dan hasilnya dapat kita dengar ulang. Tentunya diharapkan kualitas musik tetap terjaga, tidak merusak telinga yang mendengar. Sebagai catatan kemampuan telinga kita sanggup menerima intensitas bunyi di kisaran 10 dB – 120 dB. Itupun kalau suara yang dihasilkan tidak rebek dan pecah.. Kualitas record yang rusak juga akan menghancurkan perangkat audio system di rumah.


Prosedur TEKNIS Recording.
Penulis mencoba merangkum beberapa standar yang dilakukan dalam recording profesional.
1.Merekam suara yang disebut Tracking atau ‘Take’. Dari sebuah arransemen musik, tentunya sekian banyak instrumen yang akan mengiringi lagu utama. Satu per satu setiap instrumen direkam dalam track record. Secara teknis adalah dari sumber suara akustik yang diubah menjadi gelombang electric. Sinyalnya diterima oleh recorder. Idealnya sumber suara (source) yang terekam semirip mungkin dengan aslinya. Jika menggunakan komputer, jadilah sinyal tersebut sebagai digital. Tetapi oleh recorder Analog (seperti DAT, realtape) sinyalnya tetap menjadi analog.
2.Hasil tracking yang telah terekam, dilakukan proses
Mixing yang meliputi pengaturan volume, gain, balancing. Dalam teknologi rekam digital, Anda akan dimudahkan untuk melakukan editing. Pada bagian-bagian tertentu dapat kita copy, delete, mixed, dll.
3.Selanjutnya adalah pro
ses Equalisasi, yakni proses menciptakan karakter sound dengan penguatan pada Low,Low-Mid,High-Mid-dan High frekuensi. Proses ini menuntut ketajaman telinga Anda hingga antar frekuensi tidak saling bertabrakan. Seberapa besarkah kemampuan Anda dalam membedakan frekuensi. Sound terekam harus memiliki kejernihan, terang, berkarakter dan tidak pecah. Pastikan bahwa input yang suara terekam memiliki ketebalan (pada step 1), sehingga memudahkan kita untuk melakukan equalisi. Contohnya sound cymbals adalah tipis, tetapi terang dan bening. Inilah seorang sound engineer diuji.


Teknik berikutnya adalah pe
mberian Sound Effect, seperti reverb (efek ruang), delay, Chorus, Compresi, Noise Gate, Limiter, dll. Effect memberikan karakter yang lebih kuat. Sentuhan terakhir ini akan menjadikan music Anda siap untuk didengarkan, seperti layaknya kita mendengar Compact Disc, Cassette, dll, atau bahkan lebih dramatis.
4.
Mastering adalah proses terakhir
. Di studio mastering profesional ditangani si ‘dokter audio’. Tugasnya menghilangkan hiss dan hum, menurunkan simbilance (ess) yang berlebihan, mengkompres frekuensi-frekuensi yang kasar, memoles dan meratakan, menetapkan standar volume. Barulah musik karya kita direkam ke dalam pita cassete atau CD melalui CD Burning.

EQUIPMENT RECORDING.
Jika disusun daftar, begitu banyak kiranya perangkat untuk menciptakan musik Anda di rumah. Berikut ini adalah daftar minimal equipment yang kita butuhkan jika kita akan merekam secara digital.

1.Personal Computer, denga
n spesifikasi minimal : Pentium II , RAM 128 MB, CD Burning (tidak harus) dan Harddisk yang cukup besar, min 10 GB. Tapi untuk software produk terkini, ada spesifikasi yang meminta RA cukup besar.
2.Sound Card (internal komputer) atau Conventer (external) untuk kelas profesional. Kualitas Sound Card diukur dalam istilah Sample Rate. Soundcard PC standar umumnya samplerate : 44.100 KHz-16 bit. Sebagai perbandingan profesional samplerate-nya 96.000 KHz-32 bit (kualitas sound DVD), dan bahkan ada yang lebih dari itu.
3.Microphone , dengan jenis dynamics, kondensor atau Cardiod. Untuk dua jenis terakhir diperlukan piranti tambahan, yaitu mic preamp yang memiliki fasilitas Phantom Power (+48 dB) yang biasanya terdapat dalam piranti tambahan yang disebut Mic Preamp.
4.Stereo Speakers Control. Usahakan jenis speaker memiliki kemampuan untuk memproduk Low/High frekuensi. Untuk profesional, biasanya menggunakan jenis real speakers monitor.
5.Headphone.
6.Kabel-kabel penghubung yang jumlahnya tidak sedikit. Kualitas kabel disarankan yang memiliki kualitas terbaik, tidak mudak putus/patah, anti noise, lentur serta pemilihan jack yang baik. Jenis jack audio yang umum digunakan diantaranya Canon, RCA, XLR.
Dengan daftar di atas Anda sudah dapat melakukan perekaman minimal 2 track. Tetapi jika ingin dikembangkan lebih jauh, berikut ini daftar kelas profesional.
7.Mixer atau Console / piranti pencampur suara sekaligus mengatur gain/volume input.
8.Compresor / penahan sinyal berlebih.
9.NoiseGate Prosesor / membuang suara tak perlu (noise)
10.Equalizer/ pembentuk timbre suara.
11.Analog/Digital Efek Prosesor/ pemberian efek ruang, dynamics, ketajaman, ambience, dll.
Tetapi tidak hanya itu. Seiring dengan kemajuan teknologi audio, sejumlah pabrikan penawarkan berbagai piranti yang semakin canggih.
Pertanyaannya..... berapa budget untuk menyiapkan semuanya. Silakan jalan-jalan ke toko music profesional dan berhitung. Setidaknya untuk mengawali kita bisa mulai dengan daftar perangkat pertama (1 - 6).

Persiapan Piranti Recording.

Lebih singkat saja, dal
am tulisan ini kita bicarakan teknik Digital. Menggunakan teknik ini, pasti berhubungan dengan komputer. Oke... kita bahas satu persatu hardware yang kita akan gunakan.

RUANG RECORDING.
Untuk kelas rumahan tak perlulah set secara khusus. Pastikan saja ruang Anda nyaman untuk bekerja dan tidak bising dengan gangguan suara disekitar ruang rekam. Tapi dalam perekaman profesional dibutuhkan ruang yang kedap suara. Perhatikan suara-suara yang berada diluar rung, seperti; anjing, ayam, mesin pompa air, dan tukang nasi goreng. Wah.. cukup berbahaya.

PERSONAL COMPUTER.
Komputer rumahan ini ternyata dengan suburnya kemajuan software dapat menciptakan recording baik taraf rumahan maupun profesional. Perik
sa spesifikasi komputer Anda, mulai dari prosesor, RAM, Soundcard (spesifikasi standar telah dibahas di atas).
Kualitas Record berarti berhubungan kualitas Sound Card yang Anda miliki. Untuk kualitas tergolong cukup bisa diandalkan seperti Sound Blaster Live 5.1 Platinum, Audigy, Vibra 128. Soundcard disebut memiliki fasilitas “What you Hear” yang mana akan mempermudah perekaman MIDI File ke Wave File. Tapi tak apalah jika dengan merek lain. Kita masih mungkin merekam sinyal-sinyal analog dalam bentuk wave file. Umumnya soundcard PC memiliki jalur input 1 (mono) mic, 1 (stereo) line In, jalur output 1 (stereo) line out, 1 (stereo) speaker. Sebagai catatan bahwa jalur stereo sebenarnya memiliki 2, yaitu L dan R. Keduanya bisa dipecah dengan membuat jalur baru. Jika dirasa 2 input belum cukup, Anda dapat menggunakan tambahan soundcard dengan merek lain. Jika 1 merek/type yang sama maka terjadilah crash dan tidak bisa dibaca komputer.
Lain lagi jika kita rekaman pro yang sedikit rewel dalam pemilihan soundcard atau disebut konventer yang lebih banyak terpasang di luar PC. Produk yang banyak dipakai diantaranya Teratex, Pro Tools, Aardvark, E-MU, DSP 2000, dll. Umumnya mereka mempunyai lebih dari 4 input dan lebih dari 2 output. Tapi jangan tanya harganya.... selangit...
Memilih soundcard/conventer dapat dlihat dari keterangan produknya dengan acuan yang disebut Sample Rate. Sample rate mengukur ketebalan dari penerimaan perekaman. Kelas PC standar umumnya adalah 44.100 KHz-16 bit. Untuk perbandingan, converter memiliki sample rate 96 KHz-32 bit. Ini sudah standar kualitas suara yang dikeluarkan DVD.

SOFTWARE.
Usaha perekaman yang paling bijak adalah memilih software yang tepat dan jitu. Apa sebab ? Recording menuntut komputer Anda bekerja ekstra keras. Jika terlalu banyak soft terinstall, beratlah beban yang harus dikerjakan komputer, dan mungkin sedikit linglung. Penulis mencoba mengamati perkembangan software audio recording yang sangat banyak di pasaran. Ada company besar yang memproduk software, seperti Digi Design dengan Pro Tool nya, EMU Logic, Steinberg, Cakewalk, dll. Untuk kelas kita ini saran yang mungkin bisa membantu Anda dalam bereksperimen diantaranya :

1.
SONAR XL , produ
ksi Cakewalk, software recording bagi perekaman pro yang memiliki kemudahan dalam operasional. Tetapi proses editing agak rumit sedikit. Sonar sangat membantu bila Anda menggunakan cara MIDI. Jika Anda menginstallnya, sekaligus terinstall beberapa plug Ins produk Time Works yang kesemuanya disajikan secara virtual. Kelebihan lain, sonar memiliki hardware virtual dari music properti, seperti amplifier guitar, amplifier bass, dll yang dapat digunakan secara real-time. Oleh sebab itu sonar cukup digemari bagi para pemula. Kekurangannya diantaranya adalah hasil suara terekam kurang tebal dan agak sulit untuk mengangkat kualitas rekaman. Perlu proses mastering yang cukup merepotkan.
2.
CUBASE VST , produksi Steinberg, software murni sepesialis prekaman Audio. Memiliki sound yang cukup tebal. Tetapi memiliki sedikit banyak masalah dalam proses editing, khususnya bagi pemula.
3.
CUBASE SX , produksi Steinberg. Software ini rupanya hasil main mata antara Steinberg dan Cakewalk. Ini terbilang baru, dan telah dicoba hasilnya cukup memuaskan. Anda akan berselancar ala Sonar dan memiliki kehebatan Cubase. Fasilitas yang tersedia dalam bentuk plug-in sangat mudah digunakan. Seperti efx gitar, begitu banyak pilihan yang dapat digunakan. Apalagi bicara tentang MIDI. Anda memilki sound Bank layaknya memiliki puluhan Keyboards
dunia dari segala merk terkenal. Selama penulis mencoba, rasanya belum terlalu banyak masalah.
4.
SOUNDFORGE , produksi Sound Foundry, adalah software pendukung bagi pengolahan wave file. Program ini tampaknya paling banyak digunakan oleh perekaman. Anda akan menggunakannya pada saat proses mastering, hingga ke burning CD.
5. WAVLAB, adalah software yang digunakan untuk menganalisa hasil sebuah rekaman.
6.PLUG – Insert. Bagi kebutuhan mastering, kita membutuhkan beberapa plug-in, seperti Reverb, Equalizer, Delay, Chorus, Gate, Compresor, Limiter,dll dalam bentuk virtual. Plug-in akan terinstall otomatis bila kita menginstall recording software di atas. Bila masih dianggap kurang sempurna, Anda dapat menginstall beberapa pug-ins tambahan. Mungkin Anda akan mendengarkan suara hasil rekaman begitu dramatis.

Sebuah software yg cukup lucu kedengarannya adalah Autotune, yakni software yang akan membantu bagi rekaman penyanyi yang kurang tuning, alias fals. Autotune dapat memperbaiki atau mentuning suara penyanyi.
7.
Win Amp atau Media Player . Fungsinya untuk mengontrol music yang telah tercipta dalam format wav, midi, aif, mpeg, dll.
Sebagai catatan, secanggih-canggihnya software bagaimanapun hasil sebuah rekaman tergantung pada telinga dari soundengineer ketika mendengarkan lewat monitor speaker..

MICROPHONE.
Microphone adalah alat penerima sumber suara (source) akustik yang diubah menjadi sinyal analog, dialirkan melalui kabel/nirkabel ke PC. Microph
one ada beberapa type, yaitu Dynamic, Condensor dan Cardiod. Ukuran untuk memilih mic yang baik adalah Impendance (), Sensitivity (dB), dan Freq. Response (Hz).
1.
Mic type Dynamic atau disebut mic biasa termasuk mic yang memiliki sensitivitas rendah.. Seperti kebanyakan mic yang digunakan untuk keperluan mimbar, karaoke, dll. Anda mesti akal-akalan mensiati penggunaan mic ini bagi perekaman.
2.
Mic type Condensor merupakan mic yang sangat sensitive. Jangkauannya sangat kuat, sehingga sering menimbulkan feedback (gaung) dan kemungkinan noise yang timbul cukup besar Jenis ini tidak mampu mengalirkan sinyal bila tidak dibantu oleh Phantom Power yang terdapat pada mic pre –amp, karena sifatnya pasif.
3.
Mic Cardiod adalah type yang terbaik untuk kelas rekaman profesional. Type ini sebenarnya sejenis mic dynamic dengan jangkauan terbatas, sensivitas tinggi. Harganya juga...? yaah.. paling berkisar 1 s.d 7 jt. Seperti merk terkenal BEHRINGER B-2, SHURE KSM 44, RODE NT-1. Umumnya type ini digunakan untuk take vocal. Suara diterima dengan lunak dan bening.
Sedangkan yang biasa pada perekaman profesional, mic adalah piranti utama untuk menjamin kualitas source. Misal saja, mic untuk tracking electric guitar biasanya menggunakan mic Shure SM 81.

Teknik penggunaan mic disebut micking. Piranti tambahan mic biasanya adalah standar mic dan w
ind-screen atau pop-filter, untuk menaha
n laju udara yang keluar dari mulut penyanyi.

KABEL PENGHUBUNG.
Pekerjaan recording tak ada habisnya dengan urusan kabel. Pemilihan kabel merupakan langkah pertama. Gunakan kabel yang paling tidak dapat mengalirkan sinyal dengan cepat, bebas hambatan dan bersih. Saran yang
cukup bagi penggunaan rekaman adalah merk CANAREE made Japan. Hati-hati barang tiruan ! Kedua ujung kabel pasti ada konektor atau yang disebut jack. Sesuaikan penggunaannya dengan jack in yang terdapat pada sound card, microphone atau instrumen musik. Saran adalah merkNeutrik atau Nakamichi. Ini juga sama banyak tiruannya, produk Japan, Taiwan atau Cina.

Untuk teknologi terakhir dalam profesional, sudah digunakan kabel serat optik. Sudah dapat dipastikan sempurnamya sinyal diterima soundcard. Mencari barang seperti ini di Bandung tidaklah sulit. Sesuaikan kocek Anda.....!

Rasanya cukup lengkaplah Introduction ini bagi persiapan Anda menuju dunia baru ini. Meski disajikan secara ringkas, dengan terus berlatih, Anda bisa menjadi seorang sound engineer yang handal.